Rab. Okt 5th, 2022

 

Cuanki merupakan salah satu jajanan khas Sunda yang berasal dari kota Bandung yang berbahan dasar ikan, daging sapi, tepung tapioka, dan bumbu penyedap lainnya yang disajikan dengan kuah kaldu yang kuat berisi bakso, siomay kukus, siomay goreng, tahu goreng, dan tahu rebus dengan taburan bawang goreng dan daun seledri.

Sebelum lanjut jangan lupa baca juga artikel mengenai makanan bandung yaitu Bandros dan pastikan kalian coba ya!

Asal usul

Asal mula Cuanki berasal dari merk dagang panganan Tim Sam (dimsum) berkuah bernama Bakso Tahu Kuah Choan Kie, di daerah Bandung dan berproduksi di kota Cimahi. Choan Kie sendiri mengandung arti rezeki. Cuanki merupakan semacam siomay atau bakso tahu yang kering, yang kemudian diberi kuah. Panganan ini awalnya berbahan dasar daging babi, karena hanya memenuhi konsumen warga keturunan Tionghoa. Pada dekade tahun 80-an, sejumlah mantan pegawai Choan Kie yang kebanyakan orang-orang dari beberapa wilayah, seperti Bandung, Garut dan Ciamis, kemudian mencoba memproduksi dan berjualan sendiri. Para pedagang memodifikasi bahan dasar yang awalnya minyak dan daging babi menjadi ikan tenggiri, agar bisa dikonsumsi masyarakat umum. Ternyata respons pasar bagus, makanan berkuah itu menjadi alternatif baru diantara bakso dan mie ayam. Para pedagang menjajakan dengan cara memikul dan berjalan kaki secara berkeliling, sebagaimana para penjual bakso dan mie ayam di masa itu. Seiring perkembangan waktu dan teknologi, para pedagang cuanki banyak yang berjualan dengan cara menetap di satu tempat atau ada pula yang menjual cuanki instan yang dapat disajikan dalam waktu singkat.

cara pembuatan

Bahan:
4 lembar kulit pangsit goreng
5 buah tahu putih, dipotong diagonal, dikeruk dikit
10 buah bakso sapi
1 tangkai daun seledri, diiris halus untuk taburan
3 sendok makan bawang merah goreng

Bahan isi:
250 gram daging ikan tenggiri, dicincang halus
50 gram udang kupas, dicincang halus
1 siung bawang putih, dicincang halus
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
1/4 sendok teh penyedap rasa
2 putih telur
150 gram labu siam kukus, dihaluskan
125 gram tepung sagu

Bahan kuah:
2.600 ml air
600 gram tulang ikan
1 tangkai daun seledri, diikat
5 siung bawang putih, digoreng, dihaluskan
3 1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk

Cara membuat cuanki :
1. Bikin adonan isian cuanki dahulu. Campur daging ikan tenggiri, udang, bawang putih, garam, gula pasir, penyedap rasa, dan putih telur. Uleni sampai rata.
2. Tambahkan labu siam ke cuanki, uleni sampai rata. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata. Bagi adonan menjadi tiga.
3. Bentuk adonan pertama jadi bulat seperti layaknya bakso, kukus selama 30 menit dengan api sedang.
4. Adonan kedua isi di tahu, kukus juga selama 30 menit dengan api sedang.
5. Adonan ketiga, oleskan ke kulit pangsit. Goreng sampai matang kemudian gunting-gunting.
6. Lanjutkan dengan membuat kuahnya, rebus air, tulang ikan, dan seledri dengan api kecil sampai berkaldu kemudian saring. 7. Masih rebis kaldu ikan, masukkan bawang putih, garam, merica bubuk, gula pasir, dan kaldu ayam.
8. Tata semua isian cuanki, siram kuah kaldu, taburkan seledri dan bawang goreng.