Rab. Okt 5th, 2022

Tari Jaipong atau Jaipongan adalah salah satu tari daerah yang sangat terkenal dan tidak asing bagi kita. Tarian ini ialah jenis tarian tradisional yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Tari Jaipong merupakan tarian yang lahir dari budaya Sunda. Tarian ini diciptakan oleh Gugum Gumbira dan Haji Suanda. Gerakan-gerakan tarian Jaipong adalah gabungan dari beberapa kesenian tradisional, seperti Wayang Golek, Pencak Silat dan Ketuk Tilu.

Baca juga artikel mengenai Tebing Keraton dan masih banyak lagi info mengenai kota Bandung hanya di Pesona Bandung.

Sejarah Tari Jaipong

Haji Suanda adalah seniman berbakat yang berasal dari Karawang. Beliau memiliki bakat luar biasa dan mempunyai kemampuan menguasai beberapa jenis kesenian tradisional dari berbagai daerah, khusunya Karawang. Beberapa jenis seni daerah yang dikuasai adalah Ketuk Tilu, Wayang Golek, Topeng Benjet dan Pencak Silat. Pada tahun 1976, Haji Suanda melakukan inovasi dengan mencampurkan beberapa gerakan kesenian yang ia kuasai, terutama Pencak Silat, Wayang Golek dan Ketuk Tilu. Hasilnya dari penggabungan tersebut maka lahirlah karya seni unik yang disukai masyarakat, dimana pada saat itu pertunjukan yang ia gelar belum diberi nama tari jaipong. Sebagai pengiring pementasan tersebut, digunakan alat musik seperti Degung, Gendang, Gong dan alat musik ketuk lainnya, sehingga membuat musik peniring tarian ini sangat unik dan enerjik. Dalam setiap pertunjukan juga diiringi oleh nyanyian dari seorang yang disebut sinden. Selanjutnya kesenian ini menarik minat Gugum Gumbira, seorang seniman Sunda hingga mempelajarinya. Ketika Gugum Gumbira telah menguasai tarian ini, beliau kemudian mengemas ulang gerakan-gerakan pada tarian tersebut sehingga tercipta tari jaipong. Pada saat itu pula tarian ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat Bandung. Tarian ini mengalami perkembangan pesat pada tahun 1979. Perkembangan tersbut meliputi pementasan serta properti yang digunakan oleh penarinya. Kondisi ini menjadikan tari jaipongan dikenal hampir diseluruh wilayah Jawa Barat, seperti Cianjur, Sukabumi hingga Bogor. Bahkan masyarakat diluar Jawa Barat pun mulai mengenalnya.

Perkembangan Tari Jaipong

Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990-an, di mana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan, dan Tari Kawung Anten. Dari beberapa tarian tersebut muncul para penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata, dan Asep. Tari Jaipong banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang berada di masyarakat Jawa Barat, baik pada pertunjukan Wayang, Kecapi Jaipongan, Degung, Genjring/Tebangan.

Pola Gerakan Tari Jaipong

Penari jaipong akan melakukan gerakan-gerakan yang sangat enerjik, unik namun sederhana. Meski gerakannya sedehana, tetapi tarian jaipong tetap unik dan memiliki ciri khas sehingga tetap diminati masyarakat. Jika tari daerah lain mempunyai banyak gerakan berbeda, maka tari jaipong hanya memiliki 4 ragam gerakan, yaitu:

1. Bukaan – Gerakan ini ialah gerak pembuka saat pementasan jaipong dimulai. Biasanya penari jaipong akan melakukan gerakan memutar serta memainkan selendang yang dikalungkan di lehernya. Penari melakukan gerakan tersebut dengan lemah gemulai sehingga menari perhatian pentonton.
2. Pencungan – Gerakan ini adalah gerak tari dengan tempo cepat yang diiringi musik dan lagu yang juga bertempo cepat.Gerakan pencungan adalah gerakan yang penuh semangat dan sanggup membawa penontotn untuk menikmatinya.
3. Ngala – Gerakan ini berupa gerak patah-patah. Perpindahan dari titik ke titik berikutnya dilakukan dengan sangat cepat. Gerakan ngala adalah gerakan yang menambah keunikan tari jaipong.
4. Mincit – Gerakan mencit adalah tahap perpindahan dari satu jenis gerakan ke gerakan lain. Penari akan melakukan mencit sebelum gerakan ngala. Jika melihat pertunjukan jaipong secara langung atau di televisi ataupun maka kita akan memahaminya.