Sab. Mar 2nd, 2024
PSK Online

Fakta mencengangkan datang dari pekerja seks komersial (PSK) online di Kota Bandung. Para PSK tersebut rela menyewa kamar hotel selama beberapa pekan, demi untuk melancarkan usaha lendirnya. Hotel yang mereka sewa, beragam. Mulai dari kelas melati, hingga bintang 4.

Penelusuran pesonabandung, beberapa hotel yang sering digunakan tempat tinggal sekaligus praktek esek-esek para PSK online tersebar di kawasan Lengkong (besar/kecil), Emong, Moh Ramdan, Asia Afrika, Dewi Sartika, Pangarang, Pungkur, Pasteur, Pasirkaliki dan Otista.

Bahkan, ada beberapa hotel diantaranya sudah dikenal sebagai sarang PSK online. Di hotel tersebut, hampir setengah dari total kamarnya disewa PSK online dengan mucikarinya.

PSK Online yang stay di hotel pun beragam. Ada yang berkelompok, ada yang berdua, ada juga yang sendirian. Seperti Flo (sebut saja begitu). Wanita aduhai asal Subang ini sengaja menyewa kamar dengan waktu menginap hingga satu minggu di hotel yang berlokasi di kawasan Lengkong Besar. Baginya, dengan stay di hotel, dia bisa dengan leluasa menjalankan bisnis lendirnya.

Flo mengaku, untuk hitungan sewa kamar selama satu pekan bisa tertutupi. Pasalnya, dalam sehari dia bisa mendapatkan tamu antara tiga sampai enam orang, dengan bayaran berpariatif antara Rp 300 ribu sampai 400 ribu per sekali kencan.

“Dari satu tamu aja, buat sewa hotel semalam udah tertutupi. Selebihnya buat biaya hidup dan dibawa pulang,” ucapnya.

Berbeda dengan Flo, Selly (samaran), asal Kuningan, menyewa kamar hotel berdua dengan temannya. Jika ada tamu, maka temannya menunggu di luar. Begitupun jika temannya mendapatkan tamu, dia yang menunggu di luar.

“Makanya, kita tak pernah nerima orderan longtime atau menginap. Kita sewa kamar berdua, selain untuk menghemat, juga biar lebih aman,” katanya.

Kasi Penyidikan Satpol PP Kota Bandung Mujahid, tak menampik dengan adanya fenomena PSK online stay menyewa kamar hotel hingga berminggu-minggu.

“Ya, ada beberapa PSK yang sengaja datang dari luar Bandung. Mereka menyewa hotel untuk melaksanakan praktik prostitusi,” katanya.

Menurutnya, PSK tersebut tinggal di hotel tersebut dalam jangka waktu lama, antara satu minggu hingga lebih dari satu bulan. Dalam menjalankan praktiknya, mereka menawarkan melalui jaringan online kemudian pelanggan datang ke kamar hotel tersebut.

“Praktik ini sudah lama mereka lakukan. Pada razia kemarin sudah kami amankan untuk diberikan pembinaan,” ucapnya.

Dia mengaku prihatin dengan fenomena tersebut. Kata dia, Satpol PP Kota Bandung mengimbau kepada pengelola hotel untuk mengembalikan fungsi hotel sebagai penyokong pariwisata. Hal itu juga telah diatur oleh Perda Kota Bandung, di mana praktik prostitusi dilarang.

“Hotel harus mengembalikan fungsinya sebagai tempat wisata. Kalau jadi tempat prostitusi, sudah menyalahi aturan. Pengelola harus lebih cermat, siapa tamu yang menginap,” katanya.