Rab. Okt 5th, 2022

Perjalanan Sejarah Goa Belanda

Goa Belanda Bandung merupakan sebuah goa yang usianya sudah ratusan tahun, yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda, kira-kira 1 km dari pintu masuk Taman Hutan. Merupakan bentangan pegunungan dari barat sampai ke timur yang juga tangki air raksasa alamiah untuk cadangan pada musim kemarau kelak.

Dibangun pada tahun 1906 oleh pemerintah Hindia Belanda, awalnya berfungsi sebagai tempat penampungan aliran air dari Sungai Cikapundung untuk digunakan bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok. Namun entah alasan apa, akhirnya fungsi sebagai PLTA pun terhenti. Lalu pada tahun 1918, goa tersebut akhirnya berfungsi kembali namun bukan sebagai PLTA, melainkan difungsikan untuk kepentingan militer dengan penambahan ruangan di sayap kanan dan sayap kiri lorong utama. Mereka menyusun berbagai strategi peperangan, menyimpan artileri dan senjata, serta menjadikannya sebagai stasiun radio komunikasi. Lokasinya yang tersembunyi dan tinggi, menjadikan goa ini sebagai
kawasan strategis bagi tentara Belanda.

Baca juga artikel mengenai Taman Maluku Kota Bandung dan masih banyak lagi info mengenai kota Bandung hanya di Pesona Bandung.

Tidak berapa lama kemudian, PLTA kembali difungsikan. Namun, saluran penampungan air tidak lagi melalui lorong utama goa, tetapi lewat saluran bawah tanah dimana saluran itu akan muncul kepermukaan di Pintu 2 dan ditampung di Kolam Pakar. Dari Kolam Pakar inilah air akan disalurkan menuju PLTA Bengkok, yang pada tahun 1923 baru difungsikan dan dikelola oleh GEBEO (Gemeenschapelijk Electriciteit Bedrijf Voor Bandoeng en Omstreken). GEBEO inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Perusahaan Listrik Negara atau yang biasa disebut PLN.

Pada masa pendudukan Belanda, perbukitan Pakar ini sangat menarik untuk strategi militer, karena lokasinya begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Tak heran menjelang Perang Dunia Ke II pada awal tahun 1941, kegiatan militer Belanda makin ditingkatkan. Dalam terowongan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan lebar 1,8 meter ini, dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dengan 2 pintu masuk setinggi 3,20 meter. Luas pelataran yang dipakai goa seluas 0,6 hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter.

Misteri Pantangan Ucap Kata ‘Lada’ di Goa Belanda

Tempat ini dijadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus tempat wisata menarik karena memiliki banyak sejarah dari zaman penjajahan. Selintas tempat tersebut kelihatan menakutkan dan menyeramkan karena banyak masyarakat lokal dibantai dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Tentunya salah satu tempat keramat yang menjadi salah satu saksi sejarah bangsa Indonesia ini memiliki sebuah mitos yang telah dipercaya secara turun temurun. Salah satunya adalah larangan mengucapkan kata “Lada” selama berada di tempat tersebut. Namun, hal tersebut masih simpang siur, apakah ada bukti nyata akan hal itu, atau “Lada” hanyalah sebuah kepercayaan secara turun temurun.