Rab. Okt 5th, 2022

 

Bandung dikelilingi oleh gunung. Dan gunung-gunung yang jumlahnya ratusan itu tersebar hampir merata di seluruh Bandung raya. Demikian pula wilayah Bandung timur mendapat sebaran gunung yang lumayan banyak. Salah satunya adalah Gunung Pangparang. Berdasar peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) edisi I-2001 skala 1:25.000, yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), ketinggian puncak Gunung Pangparang adalah 1.957 meter di atas permukaan laut (Mdpl), hampir mencapai 2.000 Mdpl.

Sebelum lanjut jangan lupa baca juga artikel mengenai Wisata Gunung Manglayang yang memang populer di Kota Bandung, dan masih banyak lagi yang lainnya hanya di Pesona Bandung.

Toponimi dan Sejarah

Penamaan Gunung Pangparang berasal dari legenda Sangkuriang. Sangkuriang menggunakan sebilah parang untuk menebang pohon yang akan dijadikan perahu sebagaimana disyaratkan oleh Nyai Dayang Sumbi. Setelah selesai digunakan, parang tersebut dilemparkan dan lama-kelamaan menjadi sebuah gunung, yaitu Gunung Pangparang. Tidak begitu jauh dari Gunung Pangparang, terdapat Gunung Bukittunggul. Mitosnya, gunung ini adalah jelmaan dari tunggul pohon kayu yang ditebang oleh Sangkuriang tadi. Ada juga Gunung Kasur di sebelah selatan Gunung Pangparang. Menurut warga yang tinggal di Kampung Ciangkeb, kaki Gunung Kasur, Gunung Kasur merupakan bagian dari kisah legenda Sangkuriang juga. Pada abad ke-19, masih di masa kolonial, kawasan Gunung Pangparang dijadikan perkebunan kina oleh Belanda. Menurut catatan yang bersumber dari Balai Arkeologi Jawa Barat (Balar Jabar), pembukaan dan penanaman perkebunan kina Pangparang diawali pada bulan Mei 1884. Pada saat yang hampir bersamaan, dimulai juga pembukaan dan penanaman beberapa perkebunan lainnya di kawasan tersebut. Perkebunan yang dimaksud adalah perkebunan kina Panglipur Galih (Pangli), Gunung Kasur, Gegersunten, Sukamanah, dan perkebunan kina Cisarua. Baru pada tahun 1912, keenam perkebunan tersebut dijadikan satu dengan nama perkebunan kina Bukittunggul. Bagi para pekerja perkebunan, disediakan tempat tinggal di lereng dan kaki Gunung Pangparang. Perkampungannya dikenal dengan nama Kampung Pangli dan Kampung Gunung Kasur. Sampai saat ini kedua perkampungan tersebut masih ada.

Lokasi dan Akses

Secara administratif, Gunung Pangparang berada di perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Sumedang. Lereng dan kaki gunung sebelah barat masuk wilayah Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Sedangkan lereng dan kaki gunung sebelah timur masuk wilayah Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Puncaknya masuk wilayah Kabupaten Sumedang. Untuk menuju Gunung Pangparang, kita bisa mengakses rute perjalanan dari dua arah. Pertama, dari arah utara melalui jalur Cibodas, Lembang. Sampai di ujung desa Gegersunten, kita berbelok ke arah selatan menuju arah Palintang. Jalur kedua diakses dari arah selatan, melalui alun-alun Ujung Berung. Jarak tempuh dari alun-alun Ujung Berung relatif lebih dekat dibandingkan jalur Cibodas, Lembang. Jalan menuju Gunung Pangparang melewati Jalan Cigending yang terletak di belakang atau di bagian utara Alun-alun Ujung Berung. Ikuti saja jalan tersebut sampai nanti menemukan sebuah warung di ujung lapangan. Lapangan ini disebut Lapang Gunung Kasur, sesuai dengan nama kampungnya, yaitu Kampung Gunung Kasur. Jika ingin mendaki ke puncak Gunung Pangparang, kita bisa menitipkan kendaraan di warung ini. Termasuk jika ingin berkemah di gunungnya, kita bisa menitipkan kendaraan di rumah warga. Rincian jalur pendakian bisa kita tanyakan kepada pemilik warung atau warga lainnya.