Rab. Okt 5th, 2022

 

Gunung Manglayang adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di antara Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia dan memiliki ketinggian sekitar 1818 mdpl. Pemandangannya cukup indah, tetapi karena relatif tidak terlalu tinggi, sehingga kurang dikenal oleh pendaki-pendaki gunung pada umumnya.

Sebelum lanjut jangan lupa baca juga artikel mengenai Wisata Gunung Papandayan yang memang populer di Kota Bandung, dan masih banyak lagi yang lainnya hanya di Pesona Bandung.

Dalam deretan gunung-gunung Burangrang – Tangkuban Perahu – Bukit Tunggul – Gunung Manglayang, Gunung Manglayang menjadi gunung yang terindah dari rangkaian keempat gunung tersebut. Mungkin itulah sebabnya di kalangan para penggiat alam bebas, gunung ini sempat terlupakan terkecuali para penggiat alam bebas dari Bandung dan sekitarnya. Walaupun begitu, Gunung Manglayang tetap menawarkan pesona alamnya tersendiri.

Sejarah

Nama Manglayang di ambil dari kata Layang yang berarti Terbang. Hal ini di perkuat dengan kedatangan seekor kuda terbang yang bernama Semprani. Konon katanya, Kuda yang bernama semprani ini terbang dari wilayah Cirebon ke wilayah Banten. Pada saat terbang, Kuda terbang ini tersungkur jatuh di permukaan dasar lereng gunung manglayang. Asal Usul, Terdapatnya Batu Kuda di gunung manglayang ini, di karenakan kisah kuda terbang yang tersungkur hingga terlilit dengan semak belukar. Sehingga kuda tersebut tidak bisa membebaskan diri selama selamanya hingga akhirnya menjadi batu. Hal ini di perkuat dengan adanya bukti sebuah Batu Kuda yang berada di kawasan gunung manglayang. Letaknya, di Jalur pendakian yang sekarang di berikan naman Jalur Batu Kuda.

Pendakian

Gunung ini memiliki cukup banyak jalur pendakian, antara lain; melalui Bumi Perkemahan atau Wanawisata Situs Batu Kuda (Kabupaten Bandung), Palintang (Ujungberung, Kabupaten Bandung), dan Barubereum.

Jalur Barubereum

Barubereum merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Manglayang yang paling populer, beralamat di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Bagi kalian yang memiliki hobi mendaki gunung, Barubereum termasuk jalur yang lumayan menguras tenaga, dibanding jalur Batu Kuda atau Palintang. Menuju Barubereum memiliki dua pilihan jalan , yang pertama melalui Kiara Payung yang kedua melalui Cikuda Jatinangor. Mulai dari akses jalan menuju basecamp yang penuh bebatuan sejauh kuranng lebih satu kilo meter, hingga jalur pendakian yang memiliki kemiringan hingga 70 derajat. Sampai di puncak jangan berharap ada jalur landai apalagi bonus. Jurang sepanjang lajur pendakian, jalur licin jika tanah basah apalagi hujan dan banyak akar besar serta pohon tumbang. Membayangkan proses pendakiannya saja tentu sangat melelahkan, tapi tidak perlu khawatir, Kalian masih bisa menikmati camp ground Barubereum yang memiliki aliran sungai kecil nan Indah. Hamparan rumput hijau bak karpet yang sangat luas sangat memanjakan mata. Rombongan anak muda yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan jauh dari kebisingan kota, kerap memenuhi camp ground Barubereum. Meskipun dalam suasana ramadhan, tidak menyurutkan para wisatawan datang untuk kemping atau hanya sekedar piknik sembari menikmati keindahan alam.