Rab. Okt 5th, 2022

 

Raden Eddy Martadinata merupakan salah satu pahlawan Angkatan Laut Republik Indonesia yang lahir di Bandung 29 Maret 1921.

Sebelum lanjut jangan lupa baca juga artikel mengenai Pahlawan Bandung yaitu Djoeanda Kartawidjaja dan pastikan baca dan baik untuk dijadikan pedoman ya!

Biografi

Pada tahun 1934, ia bersekolah di HIS DI Lahat. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di MULO Bandung pada tahun 1938 dan di sekolah pelayaran. Ia tidak dapat merampungkan sekolah pelayarannya disebabkan Jepang telah menjajah Indonesia. RE Martadinata pernah bekerja sebagai calon dan penerjemah di sekolah tinggi pelayaran di Semarang selama kependudukan Jepang. RE Martadinata ikut membentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat) Laut Jawa Barat di bawah pimpinan Aruji Kartawinata yang kemudian berganti nama ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia). Sepanjang karirnya, RE Martadinata pernah menjadi Kepala Staff Operasi pada Markas Besar ALRI di Yogyakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staff Komando Daerah Maritim Surabaya. Martadinata jua pernah mengikuti pendidikan United States Navy Post Graduate School di AS pada tahun 1953. Mengutip Ensiklopedia Pahlawan Nasional, Martadinata memiliki jasa yang besar dalam membentuk dan memimpin Barisan Keamanan Rakyat laut Jawa Barat yang kemudian menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia. Ia juga dipercaya dalam memimpin operasi militer di daerah seperti pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan. Selain menjabat di kesatuan militer angkatan laut, Martadinata juga pernah ditugaskan sebagai diplomat untuk Pakistan. Meskipun tempat kerjanya jauh dari tanah air, sesekali ia dipulangkan oleh pemerintah. Tepatnya pada 5 Oktober 1966, Martadinata diberi pangkat Laksamana pada hari ulang tahun TNI ke-21, kemudian beliau meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di Riung Gunung dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

perjuangan

Ia menghimpun pemuda bekas siswa Pelayaran Tinggi dan mereka berhasil merebut beberapa buah kapal milik Jepang di Pasar Ikan Jakarta. Selanjutnya mereka menguasai beberapa kantor di Tanjung Priok dan Jalan Budi Utomo Jakarta.

Pendidikan awal

1. Sekolah Dasar HIS di Lahat lulus pada tahun 1934,
2. Sekolah Menengah Pertama MULO – B di Bandung lulus pada tahun 1938,
3. Sekolah Menengah Atas AMS di Jakarta lulus pada tahun 1941
4. Sekolah Pelayaran Zeevaart Technische School tidak sempat menyelesaikan karena pendudukan Jepang.
5. Sekolah Pelayaran Semarang (SPS-SPM) sekarang menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang hingga pada masa awal pendudukan Jepang.
6. Melanjutkan lagi Sekolah Pelayaran Tinggi Semarang sekarang bernama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang diselenggarakan Jepang sampai ia diangkat sebagai nakhoda kapal latih Dai 28 Sakura Maru.
7. Bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia tahun 1945.