Rab. Okt 5th, 2022
Museum Geologi Bandung

Bangunan Bersejarah Museum Geologi Bandung memiliki daya tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah mendirikan museum Geologi pada tanggal 16 Mei 1928 kemudian direnovasi dengan bantuan dari Jepang sehingga sekarang tetap dalam kondisi baik sebagai tempat wisata anak di bandung yang recoemended untuk dikunjungi. Setelah direnovasi Museum Geologi bisa dikunjungi setelah dibuka kembali oleh Megawati Soekarno Putri tanggal 23 Agustus 2000.

Tidak hanya menjadi tempat wisata, ternyata museum Geologi Bandung juga menjadi tempat tujuan study tour sekolah karena bangunan Museum Geologi tidak hanya bersejarah tetapi juga memiliki sifat edukasi yang mendidik anak-anak seperti observatorium bosscha Bandung. Koleksi dari museum Geologi yaitu ada fosil, bebatuan, dan juga mineral. Di museum bersejarah ini anak-anak juga bisa mempelajari kejadian bencana alam, pemanfaatan sumber daya, mengolah energi, dan mempelajari bumi.

Baca Juga : Floating Market Lembang

Di masa penjajahan Belanda keberadaan Museum Geologi Bandung berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli Eropa. Setelah Eropa mengalami revolusi Industri pada pertengahan abad ke-18, Eropa sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintah Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara. Dengan demikian, diharapkan dapat menunjang perkembangan industri di Negeri Belanda.

Maka pada tahun 1850 dibentuklah Dienst van het Mijnwezen. Kelembagaan ini berganti nama jadi Dienst van den Mijnbouw pada tahun 1922, yang bertugas melakukan penyelidikan geologi serta sumber daya mineral. Hasil penyelidikan yang berupa contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk penganalisisan dan penyimpanan,sehingga pada 1928 Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung.

Gedung tersebut pada awalnya bernama Geologisch Laboratorium yang kemudian juga disebut Geologisch Museum. Gedung Geologisch Laboratorium dirancang dengan gaya Art Deco oleh arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg, dan dibangun selama 11 bulan dengan 300 pekerja serta menghabiskan dana sebesar 400 Gulden. Pembangunannya dimulai pada pertengahan 1928 dan diresmikan pada 16 Mei 1929. Peresmian tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 (Fourth Pacific Science Congress) yang diselenggarakan di Bandung pada 18 – 24 Mei 1929.

Apa Saja Isi Museum Geologi Bandung?

Salah satu museum di Bandung ini memuat sejumlah koleksi materi geologi. Koleksi materi geologi ini ditempatkan ke dalam beberapa ruangan.
Dikutip dari Fachrul Aziz karya Atlas Homo Erectus Indonesia, berikut pembagian ruangan yang ada di Museum Geologi Bandung.

1. Ruang Orientasi

Ruang Orientasi adalah ruangan yang berada di lantai satu museum geologi. Ruangan ini memuat peta geografi Indonesia yang berbentuk relief layar lebar.Layar tersebut menampilkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi. Layar tersebut juga juga menayangkan sejumlah informasi museum.

2. Ruang Sayap Barat

Ruang sayap barat memuat sejumlah informasi tentang hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya. Aktivitas tektonik di Indonesia juga ditampilkan dalam ruang tersebut berupa maket model gerakan lempeng kerak bumi aktif.
Tidak hanya maket, ruang sayap barat juga memuat maket dan panel-panel informasi. Setiap titik dalam ruangan tersebut juga menampilkan batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah.

3. Ruang Sayap Timur

Ruangan sayap timur adalah menggambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, mulai dari manusia purba hingga modern yang mendiami planet bumi ini dikenal. Ruang itu disebut sebagai ruang sejarah kehidupan.