Kam. Sep 29th, 2022

Target ini diiringi dengan hadirnya sejumlah destinasi wisata alam unggulan yang bisa wisatawan kunjungi di akhir pekan bersama keluarga. Salah satunya, Pantai Pangumbahan. Setidaknya, ada tiga hal yang menarik bila kita berbicara soal Pantai Pangumbahan, yakni pasir silika, penyu hijau dan garis pantai yang masih alami. Pantai Pangumbahan ini terletak di Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap. Bebatuan tertua di Jawa Barat yang berada di sekitar garis Pantai Pangumbahan, menghasilkan kuarsa atau pasir silika yang biasa digunakan sebagai penyaring alami saluran air.

Pantai Pangumbahan memiiki bebatuan tertua di sekitar garis pantainya. Hal itu menghasilkan kuarsa atau pasir silika yang biasa digunakan sebagai penyaring alami saluran air.Menariknya, pasir silika yang terlihat putih dan bersih ini akan memancarkan kemilau saat dipayungi sinar matahari.

Bila hanya ingin melihat pelepasan penyu sebaiknya datanglah sore hari menjelang matahari tenggelam. Karena biasanya jika ada telur-telur yang menetas maka tukik atau bayi-bayi penyu akan dilepas ke laut. Pemilihan waktu tersebut dikarenakan air laut yang pasang dan predator tidak lagi merasa kelaparan, Sehingga tukik-tukik tersebut dapat bebas menjelajah ke samudra yang luas.

Baca Juga : Keunikan Pantai Pangandaran

Di sore hari juga menjadi waktu yang tepat untuk menyaksikan matahari terbenam di Pantai Pangumbahan. Pantai ini menyajikan pemandangan terbenamnya matahari yang sangat menawan. Perpaduan warna kuning kemerahan menjadikan pemandangan langit di pantai ini begitu indah untuk disaksikan.

Berjarak 108 km arah selatan dari Pantai Ujung Genteng, Pantai Pangumbahan juga menyajikan pemandangan gulungan ombak yang besar. Gulungan Ombak di pantai ini bisa mencapai 5-7 meter.Selain lanskapnya yang cantik, di Pantai Pangumbahan ini juga menjadi tempat penyu hijau untuk bertelur. Biasanya hewan yang telah ada sejak zaman purba ini akan bertelur pada musim panas di sekitar bulan Mei hingga Agustus.

Pengunjung juga bisa menyaksikan hewan yang bernama latin Chelonia mydas ini mulai pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Di sini pengunjung bisa melihat langsung proses bagaimana penyu bertelur yang dalam sekali bertelur bisa mencapai 120 telur.

Saat proses bertelur ini, para pengunjung diharapkan tidak berisik. Karena penyu sangat sensitif terhadap suara. Pastikan juga pengunjung membawa makanan karena disini tidak ada warung ataupun tempat makan. Di sekitar daerah ini hanya terdapat pos penjaga dan bangunan konservasi penyu. Bawa juga jaket tebal untuk menjaga badan dari angin pantai yang kencang.

Harga Tiket Masuk di Pantai Pangumbahan

Tiket masuk ke Pantai Pangumbahan sangat murah yaitu hanya Rp 5.000 per orang baik pada weekend maupun weekday. Sementara itu bagi pengunjung yang ingin masuk ke tempat penangkaran penyu juga harus membayar lagi sebesar Rp 5.000 per orang. Jadi, tarif tersebut sangatt bersahabat dengan semua kalangan.